Komputer biasa diprogram dengan gerbang logika (AND, OR, NOT) pada bit. Komputer kuantum diprogram dengan gerbang kuantum pada qubit. Bedanya: qubit bisa berada dalam superposisi dan saling terikat, sehingga 2 qubit bisa mewakili 4 keadaan sekaligus (|00โฉ, |01โฉ, |10โฉ, |11โฉ), dan n qubit mewakili 2โฟ keadaan.
H|0โฉ โ (|0โฉ+|1โฉ)/โ2, lalu CNOT โ (|00โฉ+|11โฉ)/โ2
Resep 'keadaan Bell': Hadamard pada qโ membuat superposisi, lalu CNOT mengikat qโ padanya. Hasilnya dua qubit terikat sempurna โ mengukur satu langsung menentukan yang lain.
๐กBayangkan begini: bayangkan gerbang kuantum sebagai gerakan pada kubus Rubik keadaan. Tiap gerbang memutar "keadaan" qubit dengan cara tertentu. Merangkai gerbang yang tepat menyusun keadaan akhir agar, saat diukur, jawaban yang kita cari muncul dengan peluang besar โ itulah inti algoritma kuantum.
๐ Membaca diagram bar
Tinggi tiap bar = peluang hasil pengukuran keadaan itu. Saat |00โฉ dan |11โฉ sama tinggi (masing-masing 50%) sedangkan |01โฉ & |10โฉ nol, kamu telah membuat keadaan Bell โ indikator "TERIKAT" akan menyala.
๐Di Dunia Nyata: Algoritma kuantum terkenal seperti Shor (memfaktorkan bilangan besar, mengancam enkripsi) dan Grover(pencarian cepat) hanyalah rangkaian gerbang seperti ini, tapi pada banyak qubit. Perusahaan seperti IBM & Google membangun prosesor dengan ratusan qubit nyata.