|Ļā© = cos(Īø/2)|0ā© + e^(iĻ) sin(Īø/2)|1ā©
Sudut Īø (dari kutub atas) menentukan peluang: dekat |0ā© ā besar peluang ukur 0. Sudut Ļ (memutar di equator) adalah 'fase' ā tak mengubah peluang, tapi krusial untuk algoritma kuantum.
šļø Gerbang kuantum = memutar bola
Kita mengolah qubit dengan gerbang kuantum, yang memutar vektor di bola Bloch:
⢠X = NOT, membalik |0ā©ā|1ā© (putar 180° sumbu X)
⢠H (Hadamard) = membuat superposisi sempurna dari |0ā©
⢠Z, S, T = mengubah fase (memutar mengelilingi sumbu vertikal)
š”Bayangkan begini: bayangkan globe Bumi. Kutub Utara = 0, Kutub Selatan = 1. Bit klasik hanya boleh berada di salah satu kutub. Tapi qubit bisa "menunjuk" ke titik mana pun di permukaan globe ā khatulistiwa berarti 50:50. Gerbang kuantum seperti memutar globe ke arah baru.
š Pengukuran menghancurkan superposisi
Saat qubit diukur, ia runtuh ke |0ā© atau |1ā© ā kembali jadi bit biasa. Peluangnya tergantung posisi di bola. Inilah tantangan komputer kuantum: kita harus mengatur agar saat diukur, jawaban yang benar punya peluang paling besar.
šDi Dunia Nyata: Komputer kuantum nyata (dari Google, IBM, dll.) menyusun puluhan hingga ratusan qubit untuk memecahkan masalah yang mustahil bagi komputer biasa ā seperti simulasi molekul untuk obat baru, atau memecahkan kode enkripsi. Inti kekuatannya: n qubit bisa mewakili 2āæ keadaan sekaligus.