Lab Kuantum/

Efek Fotolistrik

Cahaya menyinari pelat logam. Elektron hanya terlepas jika energi tiap foton (hf) melebihi fungsi kerja logam โ€” tak peduli seberapa terang cahayanya. Inilah bukti bahwa cahaya datang dalam paket energi (foton).

Cahaya

Panjang Gelombang450 nm
Intensitas50 %

Logam Target

Pengukuran

Energi Foton0eV
KE Maks0eV
Arus0ยตA
EmisiTIDAK

Rumus Einstein

KEโ‚˜โ‚โ‚“ = hf โˆ’ W

Menaikkan intensitas hanya menambah JUMLAH elektron, bukan energinya. Hanya frekuensi (warna) yang menentukan energi tiap elektron.

๐Ÿ“–

Memahami Konsepnya

Sinari pelat logam dengan cahaya, dan elektron bisa terlempar keluar. Fenomena ini disebut efek fotolistrik. Yang menarik bukan bahwa elektron terlempar, melainkan aturan mainnya โ€” yang ternyata tidak bisa dijelaskan jika cahaya hanya dianggap gelombang biasa. Penjelasan Einstein tentang ini membuatnya meraih Nobel pada 1921.

๐Ÿค” Teka-teki yang membingungkan

Menurut teori gelombang lama, cahaya yang lebih terang (intensitas tinggi) seharusnya memberi lebih banyak energi, sehingga elektron terlempar lebih kencang. Tapi ternyata tidak. Cahaya merah seterang apa pun tak melepaskan satu elektron pun dari logam tertentu.

๐Ÿ’ก Jawaban Einstein: foton

Cahaya itu paket-paket energi kecil bernama foton. Energi tiap foton hanya bergantung pada frekuensi (warna), bukan kecerahan: E = hยทf. Satu elektron ditendang oleh satu foton โ€” seperti tabrakan satu lawan satu.
KEโ‚˜โ‚โ‚“ = hยทf โˆ’ W
Energi gerak elektron yang lepas = energi foton (hยทf) dikurangi 'ongkos keluar' dari logam (fungsi kerja W). Jika hยทf lebih kecil dari W, tidak ada elektron yang lepas โ€” sekuat apa pun cahayanya.
๐Ÿ’ก
Bayangkan begini: bayangkan elektron adalah bola di dalam lubang, dan kamu harus membayar "tol" (fungsi kerja W) untuk mengeluarkannya. Tiap foton adalah satu koin. Kalau nilai satu koin terlalu kecil (frekuensi rendah), tidak peduli kamu punya jutaan koin (cahaya terang) โ€” tidak ada satu pun yang bisa membayar tol. Hanya koin bernilai cukup besar (frekuensi tinggi) yang bisa mengeluarkan bola, dan sisa kembaliannya jadi energi gerak elektron.

๐ŸŽจ Frekuensi = energi tiap elektron

Naikkan frekuensi (geser ke ungu/UV) โ†’ tiap elektron lepas dengan energi lebih besar. Inilah yang menentukan KEโ‚˜โ‚โ‚“.

๐Ÿ”† Intensitas = jumlah elektron

Naikkan intensitas (kecerahan) โ†’ lebih banyak foton โ†’ lebih banyak elektron lepas (arus lebih besar), tapi energi tiap elektron tetap sama.
๐ŸŒ
Di Dunia Nyata: Efek fotolistrik adalah dasar kerja panel surya, sensor kamera digital, sel fotolistrik pada pintu otomatis, dan alat pengukur cahaya. Tiap kali kamu memotret dengan HP, jutaan efek fotolistrik kecil sedang terjadi di sensornya.

๐Ÿงช Coba Lakukan Ini

  • 1.Pilih logam Cesium (W rendah). Mulai dari cahaya merah lalu geser ke ungu โ€” temukan ambang frekuensi saat elektron pertama lepas.
  • 2.Setelah elektron lepas, naikkan intensitas. Perhatikan jumlah elektron (arus) bertambah, tapi kecepatannya tetap.
  • 3.Bandingkan Cesium (mudah) dengan Platina (W tinggi). Platina butuh cahaya UV untuk melepas elektron.
  • 4.Cari panjang gelombang di mana energi foton TEPAT sama dengan W โ€” di titik ini elektron lepas dengan energi nyaris nol.